Shalat 3 Waktu vs Shalat 5 Waktu

Kita mulai dengan pertanyaan.

1. Apakah ada ibadah shalat sebelum islam datang?

2. Darimana tradisi shalat bermula?

3. Darimanakah perintah shalat 5 waktu bermula?

Shalat Sebelum Islam

Tidak ada keterangan tertulis mengenai ibadah shalat pra-Islam. Semua hanya bersumber dari sejarah yang ditulis muslim sendiri, yang mereka sendiri tidak pernah memastikan secara langsung apakah masyarakat pra-Islam shalat atau tidak. Mereka menulis bahwa bangsa Quraisy dahulu melakukan shalat pagi dan petang.

Quran menyebutkan juga ibadah shalat pagi dan petang... Namun petunjuk paling menarik ada pada patung peninggalan Sumeria.

Edomite vs Canaaite

Quran mengaku bahwa ajaran yang dianut bangsa Arab bersumber dari ajaran Ibrahim yang diteruskan cucu-cucu Ismail. Ismail sendiri punya 12 anak yang 2 diantaranya menjadi bangsa besar di kawasan Arab Utara, Edom. Edomite (land of Edom) lantas menjadi tempat dilaksanakannya ajaran-ajaran Ismail.

Sedangkan Ishak menaklukkan tanah Kanaan (Levant). Anak cucu Ishak banyak yang menjadi Nabi disana. Canaanite (land of Canaan) yang kelak menjadi tanah Israel merupakan tanah para nabi keturunan Ishak, yang ajaran monoteistik berkembang sangat pesat disana. Alkitab menyebut beberapa ibadah yang dilakukan ummat Yahudi, namun untuk ibadah semacam shalat tidak ditemukan secara spesifik.

Waktu Shalat Menurut Quran

An Nisa ayat 103 : Shalat adalah kewajiban yang ditentukan waktunya.

1. QS Al Baqarah ayat :

- Shalat Wusta (tengah)

2. QS Hud ayat 114 :

- Pada kedua ujung siang (pagi & sore)

- Pada bagian permulaan malam

3. QS An Nur ayat 58 : 

- Shalat fajr

- Shalat 'isya

4. QS Al Isra ayat 78 :

- Sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam

- Shalat fajar

5. QS Al Isra ayat 79 :

- Shalat tahajjud

Menarik bukan? Dari nama-nama shalat 5 waktu, hanya 1 yang sesuai dengan sebutan dari Quran, yakni shalat 'Isya saja. Selain shalat Isya, tak ada nama yang sama dengan shalat yang kita lakukan. Dari segi waktu bisa kita bagi ; 

(1) Fajar -  (2) Ujung siang pertama (pagi) - 

(3) Wusta - 

(4) Saat matahari tergelincir (sore) - (5) Ujung siang kedua (sore) - 

(6) Awal malam - (7) Isya - 

(8) Tahajjud.

Apa itu tharafayinnahar (kedua ujung siang)?

Sebagian besar mufassir menyebutkan ujung yang pertama adalah shalat subuh. Shalat subuh didirikan ketika matahari telah naik melebihi batas garis fajar hingga matahari benar-benar genap naik diatas garis fajar (syuruq). Sedangkan waktu fajar adalah ketika posisi matahari akan mengiris garis fajar. Atau biasa kita kenal waktu sahur menjelang imsak. Maka waktu subuh secara definisi tidak sama dengan waktu fajar... Pertanyaan pertama, apakah yang quran maksud sebagai waktu "ujung siang (pertama)" ini sama dengan waktu fajar?

Jika yang dimaksud adalah waktu yang sama, maka "ujung siang (kedua)" seharusnya adalah waktu shalat maghrib karena kondisi waktu maghrib sama dengan kondisi subuh, cuma beda jatuh ufuk mataharinya saja. Hanya saja, cukup banyak mufassir yang menduga bahwa "ujung siang kedua" adalah shalat ashar. Jika demikian, maka yang lebih cocok dijadikan "ujung siang pertama" adalah waktu dhuha, bukan subuh. Saya pribadi lebih setuju kedua ujung siang ini merupakan Subuh dan Maghrib. Sehingga di QS Hud 114 kita dapati ada 3 shalat, yakni Subuh, Maghrib dan Isya (permulaan malam).

Perdebatan muncul lagi pada QS Al Isra 78. Ada waktu shalat "Li duluki syamsi ila ghasaqi layli", dari tergelincirnya matahari sampai gelapnya malam. Pertanyaannya, apakah ini mendeskripsikan 1 waktu shalat spesifik atau beberapa waktu shalat sepanjang kurun waktu tsb? Di kurun tersebut ada shalat dzuhur hingga isya. Jika keterangan pada QS Al Isra 78 ini menunjuk ke 1 waktu shalat, maka dalam kurun waktu dzuhur s/d isya itu hanya ada 1 shalat saja. Tentu keterangan seperti ini tidak akan dibenarkan siapapun, maka keterangan tersebut bersifat general, tidak menunjuk 1 waktu shalat, yang artinya ayat tsb tidak menjelaskan waktu shalat apa yang dimaksud.

Sehingga kita baru mendapatkan 3 waktu shalat dalam Quran yang secara istilah biasa kita kenal sebagai Subuh (fajar/ujung siang pertama), Maghrib (ujung siang kedua), 'Isya (awal malam).

Kembali ke QS Al Baqarah ayat 238. Disana disebutkan lagi 1 shalat, "dan peliharalah semua shalat dan Shalat Wustha".

Apa itu shalat wustha? Shalat wustha itu shalat tengah. Memang tidak ada keterangan yang jelas soal shalat wustha ini namun semua sepakat waktunya adalah ketika ada matahari. Para ulama mufassir saja beda pendapat soal shalat wustha ini. Sebagian besar menyebut ia sebagai Shalat Ashar. Sebagian kecil diantaranya menyebut itu Shalat Dzhuhur. Namun cukup banyak juga diantaranya yang berpendapat Shalat Wustha itu Shalat Sunnah, tidak termasuk kepada Shalat Fardhu... Selain shalat-shalat tersebut, yang namanya disebutkan dengan jelas adalah Shalat Tahajjud.

Nah, sampai sini ada 2 poin menarik. 

Pertama, nama-nama shalat fardhu yang kita lakukan setiap hari itu tidak ada di Quran kecuali Shalat 'Isya saja. Quran sama sekali tidak menyebut Shalat Subuh, Dzuhur, Ashar dan Maghrib, melainkan hanya memberikan gambaran tentang waktu pelaksanaan shalat2 tersebut. Nama-nama shalat ini dibahas di hadits dan kitab-kitab fiqih... Saya terus terang agak bingung kenapa nama-nama shalat ini (selain 'Isya) tidak disebutkan? Bukankah shalat itu tiang agama? 🤔🤔. Shaum Ramadhan saja disebutkan nama bulannya.

Kedua, nama "shalat fajar", "shalat wustha" dan "tahajjud" disebutkan dalam Quran, namun mereka tidak digolongkan sebagai shalat fardhu... Yang shalat wajib saja cuma 1 dari 5 yang disebutkan namanya. Sisanya entah ngambil nama darimana. Tapi kok ada 3 shalat yang bukan dikategorikan shalat wajib malah disebutkan semua. Lha piye iki? Secara semiotika bahasa agak kurang lazim terjadi.

Lalu bagaimanakah perintah shalat yang sebenarnya itu? Yaa mau tak mau kita perlu kaji ulang semua ini, apakah masih bisa direkonstruksi atau sudah kusut sama sekali? Saya juga tidak tahu.

Apakah ajaran Zoroastrianisme memengaruhi redaksi2 Islam?

Dalam hadits dan cerita-cerita Islam banyak sekali kisah yang tidak disebutkan oleh Quran. Sebagaimana kita tahu, seluruh imam hadits adalah orang Persia yang secara kultur mereka mewarisi paham zoroastrianisme dari para leluhur.

Quran tidak pernah menyebut kisah Isra Mikraj, tapi hadits dan kisah-kisah Islam menyebutkannya. Bahwa Isra Mikraj adalah momentum turunnya shalat 5 waktu.

Sebagaimana yang pernah saya bahas, kisah Isra Mikraj itu sama percis dengan perjalanan Arda Viraf ke langit. Sama-sama naik kendaraan semacam buraq. Sama-sama ketemu tuhan. Sama-sama ketemu para leluhur. Sama-sama melihat masa lalu dan masa depan. Sepulangnya sama-sama membawa perintah ibadah 5 waktu.

Kalau dibilang Zoroaster yang nyontek Islam agak susah juga. Karena Zoroaster sudah eksis 1000 tahun sebelum Islam lahir dan kemudian punah oleh Islam. Secara kronologi agak lebih nyambung kalau Islam yang adopsi kisah-kisah dan ajaran Zoroaster. Tapi statement ini pasti tidak disukai.

Kalau anda muak dengan bahasan ini wajar. Kalau anda jadi bingung, tentunya itu harapan saya. Selamat pusing bersama.

Yaa mudah-mudahan dari kepusingan ini jadi makin banyak yang melakukan tinja-uan kritis. Dengan begitu proses dialektika akan berjalan sehingga proses untuk mencari sintesa argumentasi semakin cepat diraih. Maka mari pusing bersama.

ChikYen

Komentar