Pro-Kontra Maulid Nabi

Kenapa ummat ini meributkan tentang boleh tidaknya merayakan maulid? Apakah topik tersebut relevan dengan amanat kehidupan?

Bagi yang merayakan maulid, kenapa anda sebegitu membabi buta membela kalau perayaan maulid itu boleh? Kenapa anda "maksa" memuliakan Nabi dengan sebegitunya? Lupakah anda? Bahwasanya jasad Nabi yang mulia sendiri diterlantarkan 2 hari oleh para sahabat yang mulia. Padahal Nabi sendiri yang berpesan bahwa mayit itu harus segera dikuburkan... Mengapa para sahabat berlaku seperti itu? Apa mereka tidak mencintai Nabi? Oh bukan! Itu karena mereka menangkap pesan inti dari ajaran Nabi. Mereka jauh lebih mementingkan Risalah ketimbang Rasul. Rasul boleh mati, tapi amanah perjuangannya tidak boleh terhenti...

Lantas bagaimana dengan kita sekarang? Apakah kita lebih memuliakan Rasul atau Risalahnya? Oh. Bahkan pada topik penegakan Syariat Islam saja mayoritas ummat yang katanya "cinta nabi" ini menentangnya. Tak ada kegelisahan sedikitpun ketika ia tinggal di negeri yang Asma Allah tidak dimuliakan di dalamnya. Hukum Allah dinistakan. Para mujahid dihinakan... Padahal nabi dan para sahabatnya berjuang dengan air mata dan darah, dengan harta dan nyawanya, hanya untuk menegakkan kalimatillah di bumi Allah...

Lantas apa gunanya kecintaan anda pada sang baginda nabi? Apakah sang nabi sendiri suka dicintai seperti itu?

Bagi yang mengharamkan maulid, kenapa anda ngurusi hal begini? Apa relevansinya dengan amanat kehidupan? Halal haram itu ranah hukum. Hukum itu artinya kebijaksanaan. Bijakkah anda membuat fatwa yang bikin ribut ini? 

Lagipula siapakah anda? Apa legitimasi anda untuk membuat sebuah produk hukum? Tidak mengertikah anda bahwa hukum itu hak daripada kekuasaan? Sedangkan anda berada pada struktur kekuasaan yang mana ya?

ChikYen...

(Sekian)...

Komentar