Di surah yaasiin yang anda baca tiap ada orang mati, pada ayat 21 Allah katakan : "ikutilah orang yang tidak meminta upah kepada kalian..."
Di 'ain yang memuat ayat ini, Allah meminta Rasulullah membuatkan perumpamaan (amtsal) yang memuat intisari kisah di masa silam, mengenai kisah utusan-utusaNya yang diutus ke sebuah negeri. Depag menterjemahkan negeri tersebut adalah Anthakia (Suriah).
Kita tidak akan bahas Anthakia. Tapi membahas para utusan tersebut... Dalam perumpamaan tersebut, Allah katakan bahwasanya penduduk negeri mendustakan dua utusan yang Allah utus. Ketika diutus kembali orang yang ketiga, jawaban mereka : "KAMU HANYALAH MANUSIA SEPERTI KAMI, Allah tidak turunkan apapun padamu, kamu hanyalah seorang pendusta!!"
Mau kita terjemahkan seperti apa nih "manusia seperti kami" (maa antum illaa basyarun mitslunaa)? Mungkin saja karena sang utusan tersebut bukan berasal dari kalangan ahli ilmu yang menuntut ilmu agama sampai ke saudi, jordan, mesir,,, melainkan seorang pekerja kantoran, PNS, guru, pedagang,, profesinya sama saja seperti kaum yang didakwahi tersebut... Atau bisa jadi kaum tersebut pengennya yang datang itu malaikat... Apapun itu alasannya, intinya kaum tadi mendustakan.
Kenapa didustakan??
Mudah saja menjawabnya, sudah pasti yang dibawa para utusan tersebut asing di kuping mereka... Tidak mereka dapati nenek moyang mereka melakukan hal yang dikerjakan utusan utusan ini. Tidak ada satupun dari pembesar negeri mereka, para ahli ilmu mereka yang menempuh jalan seperti yang ditempuh para utusan ini. Entah itu berbentuk agama baru, entah sebuah cara hidup baru, entah pandangan politik yang baru, atau apapun itu...
Karena psikis manusia itu memang kebanyakan mencari zona nyaman. Tidak mau mendobrak batas aman mereka. Setiap hal baru, mereka pesimis duluan untuk melaksanakannya... Jangankan agama baru, untuk mengganti sistem demokrasi langsung kepada demokrasi perwakilan saja perdebatannya panjang bukan main. Padahal masih sama sama millah demokrasi...
Lalu terjadi perdebatan panjang antara dua pihak ini, si kaum dan si utusan. Si kaum berkata : "sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu" lalu kaum tersebut meminta para utusan itu berhenti berdakwah. Hingga datanglah seorang lelaki dari ujung kota (min aqshal madiinah), ia mengatakan ayat 21 yang dikutip di atas...
.....
Para pembawa risalah itu,,
Mereka membawa suatu hal yang asing di kuping rakyatnya... Mendobrak batas aman demi meninggikan asma Allah di muka bumi!! Kalau anda jeli, semua kaum yang disebutkan di Quran, mereka semua dengan fasih menyebut "Allah". Mereka bukanlah kaum animisme pelaku kejawen. Mereka semua adalah para penyembah Allah yang telah menyimpang... Dan, dari surah yaasiin tersebut, Salah satu ciri pembawa risalah, selain ia mendobrak batas aman, mereka tidaklah meminta upah padamu!!! Karena mereka adalah para muhtadin, para penerima petunjuk (lanjutan ayat 21)...
Lalu,
Bagaimanakah pendapat anda? Hari ini kita seringkali bikin tabligh akbar. Kita undang ustad2 untuk menyampaikan ayat-ayat Allah. Kebanyakan mereka pasang tarif. Punya manajemen sendiri... Mereka jadi kaya karena aktivitas ini, bikin pesantren, bikin bisnis ini itu. Tapi bahan bakar utamanya adalah "amplop", upah dari aktivitas dakwah mereka... Kalaupun tidak pasang tarif, kita yang amplopi mereka dan tidak pernah mereka tolak amplop tersebut,,,
Sekarang komunitas da'i semakin banyak. Mereka membuat jaringan dimana-mana, dan semuanya pasang tarif. Percis aktivitas bisnis duniawi. Tak ada bedanya sama sekali... Sudah begitu, tidak satupun dari mereka yang mengajak anda mendobrak batas aman,, supaya anda sekalian hanya mau tunduk di bawah otoritas tunggal Allah, tidak mau diperintah oleh siapapun selainNya. Sebagian lagi malah lebih menyedihkan, mereka menjilat pada para penguasa, membela mati-matian sekalipun para penguasa itu telah melampaui batas... Adapun yang mengkritik, ujungnya mereka hanya berkata : Dukung capres oposisi!! Padahal oposisi tidak sedikitpun memiliki keinginan untuk menegakkan kalimatillah... Dan anda dengan suka hati mengikuti mereka. Padahal kata surah yaasiin "ikutilah orang yang tidak meminta upah..."
Apakah ini karakter risalah yang diceritakan Quran??
Tolong sebutkan pada saya, satu saja ayat dari Tuhan kita mengenai karakteristik da'i da'i diatas, setelah sekian banyak dalil yang bercerita karakteristik risalah seperti yang saya sebutkan. Seperti juga halnya saya tuliskan di tulisan yang silam dengan judul hampir mirip "dai pemburu amplop"
Barangkali saya keliru...
ChikYen...
(Sekian)...
Komentar
Posting Komentar