Bahasa Arab Bahasa Tertua?

1. Saya coba berkhayal, bagaimana manusia menemukan bahasa dan aksara. Kalau dengar2 cerita, dulu orang belajar dari mengamati lingkungan. Kemudian mereka membutuhkan alat komunikasi antar sesama, supaya bisa berkoordinasi, supaya bisa hidup produktif.

2. Yang ada dalam kepala saya, bahasa lebih duluan ada daripada aksara. Mungkin orang merumuskan nama nama benda itu berdasar audio yang kedengaran. Misal anjing bersuara "guk guk". Maka dia dinamai guguk. Serigala melolong "auu", maka dia dinamai si auu misalnya. Si burung bersuara "cit cit", maka dia dinamai si citcit. Dst...

3. Untuk benda yang tidak ada suaranya, entah bagaimana mereka merumuskannya. Mungkin mereka coba pukul benda tersebut, mereka jatuhkan benda tersebut, dst, supaya bisa menemukan bunyinya, supaya bisa dipakai komunikasi sama orang kalau mau menyebut benda itu... Dan singkat cerita, bahasa mulai tersusun.

4. Nah kemudian orang mungkin merasa suka lupa dengan apa yang dirumuskannya kemarin. Maka mereka butuh membuat simbol terhadap benda itu.

Makanya dulu di goa goa banyak ukiran binatang dsb. Mungkin itu buat komunikasi.

5. Semakin banyak kosakata yang mereka temukan, sementara mereka mulai kehabisan stok simbol untuk dipakai komunikasi, mereka kemudian berpikir untuk merumuskan aksara. Sedangkan ternyata ada beberapa bunyi yang sama dari nama nama benda yang mereka ucapkan. Misal si guguk sama si auu tadi. Sama sama ada penyebutan huruf yang bikin bibir monyong "uu".

6. Maka disusunlah aksara berdasarkan suara yang keluar dari mulut mereka. Misal ada a-i-u-e-o, dst. Mereka kemudian berpikir untuk membuat simbol dari bunyi yang keluar itu, bukan lagi berpikir membuat simbol dari benda. Ini jelas lebih efisien. Ternyata hanya dibutuhkan puluhan simbol saja untuk bisa merangkum bahasa yang ada.

7. Kalau berdasar khayalan ini, simbol aksara yang keluar pertama kali juga kemungkinan besar akan mengacu pada benda benda yang ada. Misalnya huruf "G". Karena kita sudah familiar sekali dengan kata "guguk", bahkan selalu kita pakai di setiap imbuhan kalimat,, maka kita akan buatkan simbol huruf G menyesuaikan dengan bentuk si guguk. Dan begitu seterusnya sampai ketemu semua perwakilan simbol huruf. Makanya huruf2 seperti hieroglyph Mesir juga berbentuk simbol2 benda yang ada. Padahal itu konon huruf.

8. Ternyata motorik orang tidak semuanya bagus. Orang kesulitan menuliskan simbol2 tadi untuk komunikasi (mungkin mereka ini kemudian jadi kakek moyangnya para dokter yang tulisannya begitu nge-brand : "tulisan dokter"). Jadi sering Miss juga... Maka orang berpikir untuk menyederhanakan terus bentuk aksaranya. Misal suku Maya di Mexico. Mereka menyusun angka 1 dengan bentuk 1 titik. Kemudian 2 dengan 2 titik. 3 dengan 3 titik. Untuk 4, mereka buat garis. Di angka selanjutnya mereka kombinasikan garis dan titik. Daan begitulah seterunya, Sampai ketemulah formula aksara yang mereka inginkan... 

9. Yang saya bayangkan, untuk bisa menyepakati bahasa dan aksara tentu tidak mudah. Dibutuhkan politik. Supaya ada otoritas yang memastikan manusia memakai standar komunikasi yang sama.

10. Sekarang kita masuk ke bahasa Arab, yang diklaim muslim sebagai bahasa tertua di dunia. Konon ada hadits yang menyatakan itu, namun saya tidak tau derajat haditsnya menurut para ulama hadits seperti apa.

11. Kalau kita pakai formula sesuai khayalan saya diatas, syarat bahasa tertua setidaknya harus memuat syarat ini. Bahwa huruf2nya merupakan simbolisasi dari benda benda yang ada.

12. Saya kesulitan menemukan hal tersebut. Malah seorang kawan saya menemukan rumpun bahasa lain yang penyebutannya mirip dengan bahasa Arab. Yaitu bahasa Phoenitian.

13. Phoenitia adalah suatu bangsa penghuni tanah Levant (Lebanon, Jordan, israel, Syria). Mereka hidup ribuan tahun sebelum Masehi, entah sezaman atau tidak dengan Fir'aun di Mesir... Pusat kotanya kemungkinan ada di Beirut, pesisir pantai Lebanon. Yang saya kira nama Lebanon juga serapan dari nama tanah kakek moyangnya, Levant.

14. Yang menarik, penyebutan abjad alfabet phoenitia ini mirip sekali dengan bahasa arab. Ada "aleph", "Beth", "mem", "lam",, dst . Kita bisa menemukan abjad alfabet phoenitia via internet.

15. Yang menarik lagi, bahasa phoenitia ini ternyata sesuai sekali dengan khayalan saya diatas. Mereka memenuhi syarat sebagai bahasa yang usianya cukup tua. Bahwa huruf2 mereka merupakan simbolisasi terhadap benda benda di sekitar mereka. Misalnya "Beth", merupakan simbol dari rumah. "Mem" simbol dari air. "Res", simbol dari kepala.

16. Yang sialnya lagi,, ternyata simbol2 alfabet ini banyak sekali kesamaan dengan bahasa Arab. "Beth" yang merupakan simbol dari rumah, dalam bahasa Arab kita menyebut rumah dengan kata "bait". "Mem" yang simbol dari air, di bahasa Arab kita sebut air dengan nama "ma-a". "Res" yang merupakan simbol dari kepala, dalam bahasa Arab kita sebut kepala dengan istilah "ru-us". Daan masih banyak lainnya. Silakan bongkar satu per satu biar puas.

17. Jadi, bahasa Arab bahasa tertua? Hmm saya sih ragu. Bahasa Arab tidak memenuhi kriteria tadi. Pun dengan aksaranya. Coba, aksara tertua Arab itu sebetulnya yang mana sih? Orang khat kufik yang dipakai sebagai penulisan salah satu mushaf tertua saja dia adaptasi Persia. Bukan murni Arab. Kecuali ada yang bisa menunjukkan bahwa memang ada bukti kalau bahasa Arab itu bahasa tertua.

18. Kalau memang bahasa Arab merupakan turunan dari rumpun bahasa phoenitia di Levant, logisnya sih bahasa Arab pertama kali itu membudaya di kawasan terdekat dengan Levant. Tentunya di Petra.

19. Semoga diskursus tentang ini bisa berkembang. Saya juga senang kalau dapat insight yang lain. Biar pertimbangannya bisa makin luas. Kebetulan saya bukan orang yang subyektif, yang memilah dan menyeleksi omongan berdasar siapa yang bicara terlebih dahulu sebelum mendengarkan apa yang dibicarakan.


#Phoenitian

#Levant

#BahasaDanAksara

#PetraVsMecca


ChikYen...

Komentar